Unyil di Museum Gubug Wayang Mojokerto!




Biasanya kalo kita berfikir, benda benda yang identik dengan Museum yang terbayang di benak kita adalah benda benda kuno. Beda dengan museum di Sanggar Gubug Wayang ini, mereka menyediakan banyak koleksi di dalamnya seperti keris,boneka unyil,wayang, topeng, barongsai, mainan anak jaman dulu, koleksi cd grup band, foto foto bersejarah, dan banyak lainnya. 

Siapa sangka sanggar gubug wayang ternyata masih menyimpan boneka boneka unyil yang lucu loh, kalo kalian pernah bermain ke sanggar gubug wayang pasti kalian akan bertemu dengan boneka boneka yang lucu dan unik. Gak cuma karakter karakter unyil dan teman temannya, ada pula replika Presiden Jokowi di dalamnya.

Kali ini kita akan membahas / mengenal lebih jauh lagi tentang karakter si Unyil ini.  

Pencipta Boneka si Unyil


Si Unyil diciptakan oleh Drs. Suyadi yang biasa kita kenal dengan sebutan pak raden. Suyadi sendiri menciptakan Si Unyil agar terdapat acara mendidik untuk anak-anak Indonesia pada tahun 1980-an. Kemudian, Unyil diformat ulang untuk sesuai dengan era tahun 2000-an, sehingga tetap dapat digemari anak-anak Indonesia. Hasil dari format ulang acara Si Unyil adalah Laptop Si Unyil.


Alasan si Unyil Pesek, Pakai Peci, dan Sarung

Pencipta boneka si Unyil, Drs Suyadi alias Pak Raden, punya cerita di balik sosok Unyil yang memakai sarung dan peci. Menurut Pak Raden, sarung dan peci disematkan di Unyil sebagai ciri khas anak Indonesia.

“Supaya terlihat Indonesia, kasih saja peci. Kasih baju koko, selempang sarung. Supaya orang jangan mengira ini anak Filipina, anak Myanmar, atau anak mana. Kalau peci, sarung itu pasti Indonesia,” kata Pak Raden, Ahad, 11 Maret 2012.

Pada 1979, Direktur Perum Produksi Film Negara G Dwipayana menggagas sebuah film untuk anak-anak Indonesia. Dwipayana akhirnya menggandeng Pak Raden dan Kurnain Suhardiman. Pak Raden dan Kurnain mengusulkan film boneka dan disetujui Dwipayana.

Sebelum diajak bekerja sama dengan PFN, Kurnain pernah membuat cerita bersambung dengan tokoh utama Unyil. Saat itu, Kurnain masih remaja. Akhirnya Kurnain mengusulkan agar Unyil menjadi tokoh sentral di film boneka itu.

Karena merupakan penulis dan sutradara, Kurnain mendapat tugas menulis cerita Si Unyil. Sedangkan, Pak Raden membuat boneka dan desainnya. Pak Raden pun mengonsep sosok si Unyil.

“Unyil tuh anak Indonesia. Dia enggak boleh mancung. Dia enggak boleh putih. Harus sawo matang. Raut mukanya harus Indonesia. Jangan sampai mirip indo-indo. Itu dari visual bentuknya,” ujar Pak Raden.

Sekilas Tentang si Unyil

Si Unyil merupakan tokoh anak laki-laki yang selalu memakai peci dan sarung. Nama Unyil sendiri diambil dari kata mungil yang berarti kecil. Sosok Si Unyil digambarkan dengan kulit sawo matang, hidung pesek dengan peci dan sarung yang dikenakannya.

Si Unyil adalah film seri televisi Indonesia  produksi PPFN yang mengudara setiap hari Minggu pagi di stasiun TVRI dimulai pada tanggal 5 April 1981 sampai 1993, Minggu pagi di stasiun RCTI dimulai pada tanggal 21 April 2002 hingga awal 2003 dan berpindah ke TPI pada medio 2003 hingga akhir 2003 setiap Minggu pukul 16.30 WIB sebelum program berita Lintas 5.

Sekuel 

Film ini pernah dicoba diangkat lagi oleh PPFN dengan bantuan Helmy Yahya pada tahun 2001, dengan meninggalkan atribut lama dan memakai atribut baru agar sesuai dengan zamannya, akan tetapi usaha itu gagal.

Pada tahun 2007, acara ini dihidupkan lagi dengan nama Laptop Si Unyil, digawangi oleh Trans7. Karakter, lagu pembuka, dan cerita tetap dipertahankan, kecuali beberapa yang diperbaharui seiring zaman. Seperti ucapan Pak Ogah, yang dulu "Cepek dulu dong" kini jadi "Gopek dulu dong"; dan Unyil didampingi temannya membahas hal-hal pendidikan dengan laptop yang dimiliki teman si Unyil.

Sinopsis 

Ditujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar (yang lalu akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama) bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata "Unyil" berasal dari "mungil" yang berarti "kecil".

Si Unyil telah menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia, dan banyak orang tidak dapat melupakan berbagai unsur seri ini, mulai dari lagu temanya yang dimulai dengan kata-kata "Hom-pim-pah alaiyum gambreng!" sampai tokoh-tokoh seperti Pak Raden dan Pak Ogah dan kalimat seperti "Cepek dulu dong!"

Saat ini boneka-boneka si Unyil telah menjadi koleksi Museum Wayang di Jakarta. Tetapi jika kalian tinggal di Surabaya Mojokerto, kalian gaperlu jauh jauh datang ke Museum Wayang di Jakarta tapi cukup di sanggar gubug wayang mojokerto.

Info Tentang Museum Gubug Wayang

Alamat: Jalan Kartini No.23, Seduri, Prajurit Kulon, Mojokerto, Jawa Timur 61382

Jam buka: 
Selasa - Jumat  09.00–17.00
Sabtu - Minggu 09.00–20.00





Menulis dari berbagai pengalaman pribadi, jika bermanfaat bagi kalian silahkan share. Connect With Me..